Prosedur Donor Darah

Sebelum anda donor darah tunggulah sampai sembuh apabila batuk, flu, pilek atau sakit tenggorokan  yang mungkin tidak tidak begitu berat menyerang anda, tetapi dapat menambah sakit pasien.

Makan dan minum yang cukup sebelum menyumbangkan darah. Hindari minum obat seperti aspirin sekurang-kurangnya 7 hari sebelum menyumbangkan darah, karena efeknya dapat mempengaruhi keefektifan platelet dalam darah anda. Tunggu selama 3 hari setelah banyak minum alqohol.

Tahap 1: Pendaftaran dan Informasi

  1. Datang ke Unit Donor Darah (UDD) atau Lokasi Donor Darah: Calon donor datang ke tempat pelaksanaan donor darah.
  2. Pendaftaran: Calon donor mengisi formulir pendaftaran yang berisi data diri, riwayat kesehatan, dan informasi penting lainnya.
  3. Pemberian Informasi: Petugas UDD akan memberikan informasi lengkap mengenai proses donor darah, manfaatnya, risiko minimal yang mungkin terjadi, serta hak dan kewajiban donor. Calon donor berhak bertanya jika ada hal yang kurang jelas.
  4. Penandatanganan Informed Consent: Setelah memahami informasi yang diberikan, calon donor akan diminta menandatangani surat persetujuan (informed consent) sebagai tanda kesediaan untuk mendonorkan darahnya.

Tahap 2: Pemeriksaan Kesehatan dan Seleksi Donor

  1. Wawancara Medis: Petugas medis akan melakukan wawancara mendalam mengenai riwayat kesehatan calon donor, gaya hidup, dan faktor risiko penyakit tertentu. Pertanyaan ini bertujuan untuk  memastikan keamanan darah bagi penerima dan kesehatan donor itu sendiri.
  2. Pemeriksaan Fisik: Dilakukan pemeriksaan fisik sederhana meliputi Pengukuran tekanan darah, Pengukuran suhu tubuh, Pemeriksaan nadi, Pemeriksaan berat badan (harus memenuhi persyaratan minimal), Pemeriksaan kulit dan kondisi fisik umum
  3. Pemeriksaan Kadar Hemoglobin (Hb): Sampel darah kecil akan diambil (biasanya melalui tusukan jari) untuk mengukur kadar hemoglobin. Kadar Hb harus memenuhi batas minimal yang ditetapkan agar donor diperbolehkan.
  4. Penentuan Kelayakan Donor: Berdasarkan hasil wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan Hb, petugas medis akan menentukan apakah calon donor memenuhi syarat untuk mendonorkan darahnya. Jika tidak memenuhi syarat, calon donor akan diberikan penjelasan mengenai alasannya.

Tahap 3: Proses Pengambilan Darah

  1. Persiapan Area Pengambilan Darah: Calon donor akan dipersilakan untuk mencuci lengan kemudian dipersilakan berbaring atau duduk dengan nyaman. Petugas akan membersihkan area lengan yang akan ditusuk dengan cairan antiseptik.
  2. Pemasangan Tourniquet: Tali pembendung (tourniquet) akan dipasang di lengan bagian atas untuk memperjelas pembuluh darah vena.
  3. Penusukan Vena: Petugas yang terlatih akan menusuk vena di lengan dengan jarum steril yang terhubung dengan kantong darah khusus. Proses ini biasanya hanya terasa seperti gigitan nyamuk sesaat.
  4. Pengambilan Darah: Darah akan mengalir ke dalam kantong darah melalui selang steril. Proses pengambilan darah biasanya berlangsung sekitar 5-10 menit, tergantung kecepatan aliran darah donor.
  5. Pengambilan Sampel Darah Tambahan: Selama proses pengambilan darah, beberapa tabung sampel darah kecil juga akan diisi untuk pemeriksaan laboratorium (terutama untuk skrining Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah/IMLTD).
  6. Pelepasan Tourniquet dan Pencabutan Jarum: Setelah volume darah yang ditentukan terkumpul (biasanya sekitar 450 ml), tourniquet akan dilepas dan jarum akan dicabut dengan hati-hati.
  7. Penekanan Area Bekas Tusukan: Petugas akan menekan area bekas tusukan dengan kapas steril selama beberapa menit untuk menghentikan pendarahan dan mencegah memar.
  8. Pemasangan Plester: Setelah pendarahan berhenti, plester akan dipasang di area bekas tusukan.

Tahap 4: Pemulihan dan Pasca Donor

  1. Istirahat dan Pemulihan: Donor akan dipersilakan untuk beristirahat sejenak (biasanya 10-15 menit) di area pemulihan.
  2. Konsumsi Makanan dan Minuman: Donor akan dianjurkan untuk mengonsumsi makanan ringan dan minuman yang telah disediakan untuk membantu memulihkan energi dan cairan tubuh.
  3. Instruksi Pasca Donor: Petugas akan memberikan instruksi penting pasca donor meliputi  Menghindari aktivitas fisik berat selama beberapa jam, Memastikan area bekas tusukan tetap kering dan bersih, Minum banyak cairan untuk mengganti volume darah yang hilang, Segera menghubungi UDD jika merasa tidak enak badan atau mengalami efek samping yang tidak biasa.
  4. Pemberian Ucapan Terima Kasih: Petugas UDD akan mengucapkan terima kasih kepada donor atas partisipasinya dalam menyelamatkan nyawa.
  5. Pemberian Kartu atau Bukti Donor: Donor biasanya akan diberikan kartu atau bukti telah melakukan donor darah.

Penting untuk Diperhatikan:

  1. Seluruh proses donor darah dilakukan dengan menggunakan peralatan steril dan sekali pakai untuk mencegah penularan penyakit.
  2. Volume darah yang diambil relatif kecil dan tubuh akan segera menggantinya dalam waktu singkat.
  3. Donor darah yang dilakukan secara teratur memiliki banyak manfaat bagi kesehatan pendonor itu sendiri.

Dengan mengikuti prosedur ini, diharapkan proses donor darah dapat berjalan aman, nyaman, dan memberikan manfaat yang besar bagi mereka yang membutuhkan transfusi darah.

 

INFORMASI STOK DARAH

ANDA PENDONOR ?

JADWAL MU

ARSIP BERITA

Link

 

Contact Information

Jl. Srikoyo No.115, Patrang - Jember, Telp. (0331) 484383